JAKARTA, KALTENGPOP – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan memegang atau menggendong bayi saat momen Lebaran. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah penularan penyakit menular, khususnya campak, di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama mudik.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan potensi penularan penyakit meningkat saat terjadi kerumunan dan mobilitas tinggi, seperti pada periode mudik dan silaturahmi Hari Raya.
“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” ujar Andi dalam konferensi pers daring, Jumat (6/3).
Ia mengingatkan masyarakat untuk membatasi kontak langsung dengan bayi atau balita yang belum memiliki imunisasi lengkap. Termasuk kebiasaan menggendong atau memegang bayi saat berkunjung ke rumah kerabat saat Lebaran.
Data Kementerian Kesehatan mencatat hingga minggu ke-8 tahun 2026 terdapat 10.453 suspek campak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.372 kasus telah terkonfirmasi dan menyebabkan enam kematian.
Selain itu, tercatat pula 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan upaya pencegahan.
Sebagai langkah pengendalian, Kemenkes mempercepat pelaksanaan program Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch Up Campaign imunisasi campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun daerah berisiko.
Program imunisasi tersebut dilaksanakan di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9 hingga 59 bulan selama Maret 2026.
Pelayanan imunisasi disediakan melalui berbagai fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, posyandu, hingga satuan pendidikan anak usia dini seperti PAUD dan taman kanak-kanak. Selain itu, pos pelayanan kesehatan juga disiapkan di jalur mudik.
“Kami mengajak para orang tua untuk memeriksa status imunisasi anak dan segera melengkapinya bila belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” tambahnya.
Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan guna meminimalkan risiko penularan penyakit selama musim mudik Lebaran.
