PALANGKA RAYA, KALTENGPOP – Perayaan Idulfitri 2026 di Kalimantan Tengah diperkirakan masih akan diwarnai hujan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah ini masih berada dalam puncak musim hujan sepanjang Maret.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton, mengatakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mendominasi kondisi cuaca di Kalimantan Tengah.
“Untuk Kalteng, potensi curah hujan ringan hingga sedang masih ada. Saat ini kita masih berada di musim hujan, dan bulan Maret termasuk periode dengan curah hujan yang cukup tinggi,” katanya, Kamis (19/03/2026).
Anton menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena Kalimantan Tengah masih berada dalam fase puncak musim hujan sebelum memasuki masa peralihan atau pancaroba. Secara umum, kondisi cuaca di Indonesia saat ini juga masih didominasi awan hujan, bahkan di beberapa wilayah berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat.
Untuk Kalimantan Tengah sendiri, curah hujan dinilai masih cukup tinggi dan diperkirakan berlangsung hingga mendekati masa pancaroba pada April hingga Mei 2026.
“Setelah itu baru kita akan masuk ke musim kemarau secara bertahap,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Anton memperkirakan momentum Lebaran tahun ini masih berada dalam periode musim hujan. BMKG pun mengimbau masyarakat, khususnya yang akan melakukan perjalanan mudik, agar rutin memantau perkembangan informasi cuaca.
“Informasi cuaca penting diperhatikan, terutama bagi yang bepergian jauh atau menggunakan transportasi udara,” ujarnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat indikasi gangguan signifikan terhadap aktivitas penerbangan di wilayah Kalimantan Tengah akibat kondisi cuaca yang terjadi.
